20 November 2021, 18:00

Menurut Kementerian Kesehatan, yang dapat disebut lansia adalah mereka yang berusia di atas 60 tahun atau lebih. Lansia membutuhkan perhatian khusus, karena kemampuan tubuhnya yang tidak lagi sama seperti dulu. Merawat lansia bisa jadi tidak sulit tetapi juga tidak mudah. Perawat lansia adalah seseorang yang mempunyai latar belakang pendidikan kesehatan dan bertugas memberikan tindakan keperawatan, pendampingan dan pengasuhan kepada orang tua (lansia), baik di rumah, panti jompo atau di fasilitas kesehatan.

Hal Apa Saja Yang Harus di – Perhatikan oleh Perawat Dalam Merawat Lansia

Nah, sebagai perawat lansia apa saja sih yang perlu diperhatikan saat merawat lansia :

1. Batasan Normal Lansia Yang Dirawat

Sebagai perbandingan, tekanan darah yang terbilang normal adalah 120/80. Jika lebih tinggi dari 120/80 tapi kurang dari 140/90, maka keadaan tersebut dikatakan sebagai pre hipertensi, lebih dari 140/90 maka sudah tergolong hipertensi.

Atau jika seorang lansia mengalami diabetes maka tekanan darahnya tidak boleh lebih dari 130/80. Karena itu, mengetahui berapa biasanya standar angka-angka tersebut pada lansia akan sangat membantu.

2. Pemberian Gizi Seimbang Untuk Lansia

Kebutuhan gizi di tiap tahap kehidupan tentunya berbeda, tidak terkecuali bagi lansia. Bagi laki-laki yang berusia 65-80 tahun disarankan untuk mengonsumsi 1900 kkal per hari dan yang berusia di atas 80 tahun membutuhkan 1525 kkal per harinya. Sementara perempuan berusia 65-80 tahun membutuhkan 1500 kkal dan yang berusia di atas 80 tahun membutuhkan 1425 kkal per harinya.

3. Perawatan Intensif Untuk Gigi Dan Mulut

Beberapa masalah kesehatan gigi dan mulut yang sering terjadi pada lansia yaitu:

Warna gigi menjadi lebih gelap : Jika sering mengonsumsi makanan atau minuman yang merusak warna gigi (seperti kopi atau teh), warna dentin dapat berubah. Penipisan enamel gigi juga dapat terjadi sehingga bisa menyebabkan lapisan yang berwarna lebih gelap untuk muncul ke permukaan.

Mulut kering : terjadi karena berkurangnya produksi air liur dalam mulut. Terjadi bisa karena penggunaan obat, efek pengobatan kanker, atau karena penyakit tertentu yang diderita.

Gingivitis dan periodontitis : merupakan jenis masalah di mana gusi menjadi kemerahan, bengkak, dan mudah sekali berdarah. Jika tidak diobati, gingivitis akan menjadi periodontitis. 

4. Menjaga Kesehatan Kulit

Perubahan ini bergantung pada beberapa aspek misalnya gaya hidup, pola makan, keturunan, dan kebiasaan lainnya. Terpapar sinar matahari merupakan salah satu penyebab utama kerusakan kulit. Faktor lain yang berkontribusi yaitu hilangnya jaringan lemak yang terdapat antara kulit dan otot wajah, stres, gravitasi, kebiasaan menggerakkan muka (baik tersenyum maupun merengut), hingga obesitas.

Beberapa masalah kesehatan kulit yang biasa terjadi pada lansia yaitu timbulnya kerutan, garis wajah yang semakin tampak jelas (atau biasa disebut juga garis senyum), kulit kering dan gatal karena berkurangnya kelenjar minyak di kulit, bitnik hitam, hingga kanker kulit.

5. Mewaspadai Depresi Pada Lansia

Seorang perawat lansia harus ada hal yang harus diperhatikan, yaitu dari segi fisik, gizi, dan psikologi.

Depresi pada lansia dapat memperbesar risiko munculnya penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung. Depresi pada lansia sulit diketahui tanda dan gejalanya. Terkadang depresi menyebabkan mereka selalu terlihat lelah, mempunyai masalah tidur, dan gampang marah atau tersinggung.

Hal-hal diatas sangatlah penting untuk diketahui para perawat lansia agar para perawat dapat dengan maksimal menjalankan tugasnya, apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan untuk menghadapi pasien-pasien tertentu.