16 November 2021, 18:00

Kafein adalah senyawa stimulan yang dapat dijumpai pada beberapa makanan dan minuman. Kandungan ini memiliki nama lain trimethylxanthine. Tidak jarang kafein disebut setara dengan amfetamin, kokain, hingga heroin. Hal ini dikarenakan kafein dan jenis obat-obatan tersebut bekerja dengan cara yang sama, yaitu menstimulasi kerja otak. Senyawa berbentuk bubuk kristal berwarna putih ini sebenarnya memiliki rasa yang pahit. Namun, kafein memiliki manfaat dalam dunia kesehatan, yakni menstimulasi kerja jantung dan meningkatkan produksi urine, alias bersifat diuretik. Berikut penjelasannya :

Apa saja efek dari kafein ?

Manfaat kafein yang mungkin sudah sering Anda dengar adalah untuk mengusir kantuk. Padahal, kafein juga memiliki banyak manfaat lainnya bagi kesehatan. Baca artikel ini untuk mengetahui apa saja manfaat kafein bagi kesehatan tubuh Anda.

Kafein adalah zat alami yang banyak terkandung di dalam tanaman teh, kopi, dan kakao. Zat ini juga sering ditambahkan pada minuman berenergi atau teh pelangsing.  Setelah dikonsumsi, kafein akan diserap ke aliran darah dan kemudian dibawa ke hati untuk dipecah menjadi senyawa yang bisa memengaruhi fungsi berbagai organ.

Manfaat Kafein untuk Kesehatan

1. Meningkatkan fokus dan kewaspadaan

Kafein merupakan stimulan alami yang mampu meningkatkan fokus dan kewaspadaan diri. Berkat manfaat kafein ini pula, Anda bisa merasa lebih berenergi dan bersemangat.

2. Menurunkan risiko sakit jantung dan diabetes

Kopi adalah sumber kafein yang paling umum dikonsumsi. Dengan mengonsumsi kafein dari kopi, Anda bisa mendapatkan berbagai macam antioksidan, seperti asam klorogenat, yang diketahui dapat menurunkan risiko menderita penyakit jantung dan diabetes.

Meski begitu, kafein dalam kopi diketahui dapat meningkatkan tekanan darah dan mungkin mendorong jantung bekerja lebih berat. Meminum kopi yang mengandung banyak gula juga akan meningkatkan kadar gula darah. Jadi, konsumsilah kopi beserta gula dan krimernya dalam jumlah yang wajar.

3. Menurunkan berat badan

Beberapa penelitian menemukan bahwa kafein dapat meningkatkan pembakaran kalori dan lemak. Hal ini pada akhirnya bisa menurunkan berat badan berlebih, kadar lemak tubuh, dan lingkar pinggang, sehingga Anda terhindar dari banyak risiko kesehatan.

4. Meningkatkan performa olahraga

Mengonsumsi sedikit kafein sekitar 1 jam sebelum olahraga disebut bisa meningkatkan kekuatan otot, stamina, dan daya tahan tubuh seseorang saat berolahraga. Hal ini karena kafein dapat memaksimalkan penggunaan lemak sebagai sumber energi. Selain itu, efek stimulan kafein juga dapat meningkatkan motivasi untuk berolahraga.

5. Mengurangi rambut rontok

Tidak hanya dikonsumsi, kafein juga terkandung di dalam beberapa produk perawatan rambut.

Kafein yang digunakan di kulit kepala diduga mampu merangsang sirkulasi darah dan memblokir enzim yang berkaitan dengan kerontokan rambut. Dengan begitu, kerontokan rambut akan berkurang dan kesehatan rambut bisa meningkat secara keseluruhan.

6. Meningkatkan daya ingat dan kemampuan kognitif

Mengonsumsi kafein juga bisa meningkatkan daya ingat. Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang menyebutkan bahwa orang yang mengonsumsi kafein dari kopi pada pagi hari memiliki nilai yang lebih baik pada tes atau ujian dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi.

Selain itu, kafein juga bisa menurunkan risiko Anda mengalami gangguan fungsi kognitif akibat usia lanjut, seperti yang terjadi pada penyakit Alzheimer dan demensia.

7. Mencegah penyakit kanker

Kafein memiliki sifat antioksidan yang mampu melindungi Anda dari kerusakan sel tubuh akibat radikal bebas, yang bisa berujung menjadi berbagai penyakit kronis, termasuk kanker.

Sebagai sumber kafein, konsumsi kopi dihubungkan dengan penurunan risiko terjadinya penyakit kanker, seperti kanker prostat, kanker endometrium, kanker kulit, dan kanker hati. Namun, kemungkinan manfaat ini juga berasal dari antioksidan dan antiradang alami yang terdapat di dalam kopi.

Anjuran Konsumsi Kafein

Setiap orang memiliki perbedaan reaksi terhadap kafein. Meski begitu, batasi konsumsi kafein agar tidak berlebihan. Terlalu banyak mengonsumsi kafein bisa menyebabkan insomnia, sakit kepala, dada berdebar, dehidrasi, hingga meningkatkan risiko terjadinya osteoporosis.

Konsumsi kafein yang aman adalah 200–400 mg per hari. Ini sama dengan sekitar 2–4 cangkir kopi atau 4–8 cangkir teh per hari. Namun, bila Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, misalnya penyakit jantung, Anda harus mengurangi dosis konsumsi kafein hingga setengah dari rekomendasi asupan normal. Untuk anak-anak, jumlah kafein yang direkomendasikan sebaiknya tidak melebihi 50 miligram per hari.

Selain itu, ibu hamil dan ibu menyusui juga harus membatasi asupan kafein, yakni tidak lebih dari 300 mg per harinya, ini sekitar 2–3 cangkir kopi atau 3–4 cangkir teh. Pasalnya, bila dikonsumsi lebih dari jumlah tersebut, kafein bisa menyebabkan dampak negatif pada kondisi kehamilan atau anak yang menyusu.

Jadi, saat Anda berniat menyeruput sajian kopi atau teh hari ini, ingat untuk tidak melebihi dosis kafein harian yang disarankan. Selain itu, hindari juga menambahkan terlalu banyak krim atau gula pada kopi atau teh Anda. Dengan begitu, manfaat kafein bisa Anda rasakan secara maksimal.

Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya tanyakan dulu kepada dokter apakah Anda boleh mengonsumsi kafein dan berapa banyak minuman berkafein yang boleh Anda konsumsi.