Keseleo tidak lah asing dialami, dan banyak sekali orang-orang yang mengalaminya Begitu juga kita yang juga pernah mengalaminya. Lalu apakah keseleo itu ? keseleo atau terkilir merupakan cidera yang terjadi pada ligament, otot atau jaringan ikat yang menghubungkan otot dan tulang (tendon). Ada bermacam-macam jenis keseleo ada yang ringan, sedang dan juga parah tergantung dengan keadaan yang di alami. Yuk baca penjelasannya :
Keseleo atau terkilir adalah cedera yang terjadi pada ligamen, otot, atau jaringan ikat yang menghubungkan otot dan tulang (tendon). Kondisi ini umumnya terjadi pada area yang aktif bergerak, misalnya pergelangan kaki atau belakang paha.
Ligamen, otot, dan tendon berfungsi untuk menjaga kestabilan pergerakan. Pada kondisi keseleo, salah satu atau mungkin ketiganya mengalami peregangan yang berlebihan atau bahkan robekan. Akibatnya, gerakan jadi terbatas dan kurang stabil.
Keseleo dapat menimbulkan gejala yang bervariasi, tergantung pada tingkat keparahannya. Keseleo ringan biasanya hanya menyebabkan sedikit rasa nyeri dan tidak mengganggu pergerakan, sedangkan keseleo parah dapat menyebabkan rasa nyeri hingga mati rasa, serta mengganggu pergerakan.
Penyebab Keseleo
Penyebab utama keseleo adalah meregangnya ligamen, otot, dan tendon secara berlebihan. Keseleo umumnya terjadi ketika seseorang melakukan aktivitas yang menimbulkan tekanan pada sendi, seperti:
• Berjalan atau berolahraga di medan yang tidak rata
• Melakukan gerakan berputar saat olahraga, seperti dalam olahraga atletik
• Melakukan pendaratan atau jatuh pada posisi yang salah
• Melakukan teknik latihan yang salah saat berolahraga
Gejala keseleo dapat berbeda pada tiap penderita, tergantung tingkat keparahannya. Namun, umumnya gejala-gejala yang timbul pada bagian tubuh yang mengalami keseleo adalah:
• Rasa nyeri
• Pembengkakan
• Memar
• Mati rasa
• Kemampuan gerak terbatas
Keseleo ringan biasanya hanya menimbulkan rasa nyeri yang tidak terlalu parah dan tidak menimbulkan memar. Sedangkan pada keseleo yang cukup parah, penderita bisa mendengar bunyi robekan atau bunyi “pop” di persendian ketika mengalami cedera.
Kapan harus ke dokter
Keseleo ringan biasanya dapat ditangani secara mandiri di rumah. Meski demikian, lakukan pemeriksaan ke dokter jika gejala tidak membaik hingga 5–7 hari. Selain itu, segera ke dokter jika Anda mengalami gejala berupa:
• Nyeri hebat ketika area yang cedera disentuh atau digerakkan
• Memar yang parah
• Mati rasa atau kesemutan di area cedera
• Terjadi perubahan bentuk fisik di area cedera, seperti bengkok atau patah
• Tanda-tanda infeksi, seperti demam
mendeteksi robekan tambahan atau retakan kecil pada tulang yang mungkin belum muncul atau tertutup oleh pembengkakan pada pemeriksaan sebelumnya.
Pengobatan Keseleo
Pengobatan keseleo bertujuan untuk meredakan gejala, seperti nyeri dan pembengkakan, serta membuat pasien dapat kembali melakukan aktivitas secara normal.
Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk mempercepat proses pemulihan, yaitu:
• Hindari mandi air panas, sauna, atau kompres panas, karena bisa membuat pembuluh darah melebar dan meningkatkan aliran darah, sehingga memperburuk pembengkakan dan memar.
• Hindari konsumsi alkohol karena dapat memperburuk pembengkakan.
• Hindari aktivitas fisik atau olahraga berat dengan melibatkan bagian yang cedera, seperti lari, karena dapat memperburuk kondisi.
• Hindari pemijatan pada bagian yang mengalami cedera, karena dapat memperparah pembengkakan dan berisiko menimbulkan perdarahan. Pemijatan biasanya baru dapat dilakukan 3 hari setelah cedera terjadi atau ketika rasa nyeri sudah
Komplikasi Keseleo
Keseleo yang tidak ditangani dengan benar dapat menimbulkan komplikasi berupa:
• Dislokasi sendi
• Retak pada tulang yang menyangga sendi
• Nyeri dan pembengkakan yang berulang
• Robekan pada otot
• Cedera tulang rawan
Pencegahan Keseleo
Lakukan beberapa hal berikut untuk mencegah terjadinya keseleo:
• Kenakan sepatu yang aman dan nyaman dalam segala aktivitas, terlebih saat berolahraga, dan pastikan ukurannya tepat.
• Hindari pemakaian sepatu hak tinggi, jika sedang tidak dibutuhkan.
• Lakukan olahraga secara rutin, tapi jangan terlalu berlebihan.
• Lakukan pemanasan dan peregangan sebelum mulai berolahraga.
• Hindari melakukan olahraga berat tanpa instruktur atau tanpa latihan sebelumnya.
• Hindari duduk atau berdiri terlalu lama. Sebaiknya sesekali istirahat dan lakukan peregangan.
• Hati-hati jika berjalan di jalanan yang basah, licin, atau konturnya tidak rata.
• Gunakan peralatan atau pelindung khusus saat berolahraga, terutama jika pernah keseleo sebelumnya.